BENCANA DI INDONESIA

BENCANA DI INDONESIA

Indonesia mempunyai keadaan bumi, susunan tanah, batuan, air, dan cuaca serta serta keadaan sosial, ekonomi dan kependudukan yang rawan dan berpotensi menimbulkan berbagai bencana. Bencana ini adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh:

(a) faktor alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung api meletus, banjir, kekeringan, angin badai, dan tanah longsor;

(b) faktor non-alam seperti gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi dan wabah penyakit; dan

(c) bencana sosial yang disebabkan ulah manusia seperti konflik sosial antar kelompok, antar suku dan teror.

Bencana ini dapat mengancam dan menganggu kehidupan dan penghidupan manusia serta dapat menyebabkan timbulnya korban manusia, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan dan dampak psikologis terhadap penduduk Indonesia.

Jumlah penduduk Indonesia menurut sensus 2010 adalah sekitar 235 juta orang. Tahun 2016 penduduk Indonesia diperkirakan sudah mencapai sekitar 258 juta jiwa. Mereka tinggal di lebih dari 17.500 pulau-pulau besar dan kecil dengan garis pantai sepanjang sekitar 54.700 km. Daerah pantai ini sangat rentan terhadap kenaikan permukaan air laut. Indonesia juga rentan terhadap kekeringan karena perubahan iklim. Ada ribuan sungai, berhektar-hektar hutan hujan, ratusan pegunungan dan gunung api yang aktif. Di Indonesia ada lebih dari 5.000 sungai yang melewati daerah padat penduduk dan seringkali menimbulkan banjir.

Gempa bumi di Indonesia, terutama di Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara sebagian besar disebabkan oleh interaksi antara lempengan benua Asia dan Australia. Di sisi lain, gempa bumi di Sulawesi, Maluku dan Papua diakibatkan oleh interaksi antara lempengan benua Asia dan Pasifik. Semua situasi alam ini menjadikan Indonesia mempunyai risiko tinggi terhadap bencana alam.  Indonesia juga rentan terhadap bencana yang diakibatkan kesalahan manusia seperti kebakaran rumah dan gedung, kebakaran hutan, jebolnya tanggul dan bendungan, kegagalan teknologi dalam pemanfaatan hasil alam dan industri serta konflik sosial.

Bencana terjadi seluruh provinsi di Indonesia sepanjang tahun 2016. BNPB (http://www.dibi.bnpb.go.id) mencatat sampai dengan Oktober 2016, telah terjadi 1.925 kali bencana banjir, tanah longsor, gelombang pasang/abrasi,  gempa bumi, kebakaran hutan/lahan, kecelakaan transportasi letusan guning api, angin putting beliung dan banjir.

Adapun total korban akibat bencana ini terdapat meninggal/hilang sebanyak  1.925 orang, luka-luka 478 orang, dan menderita/mengungsi 2.421.162 orang. Sementara itu kerusakan rumah akibat bencana diketahui ada 5.279 rumah rusak berat, 6.113 rusak sedang, 19.372 rusak ringan, dan rumah terendam sebanyak 230.497 rumah. Sedang fasilitas publik yang rusak ada 43 fasilitas kesehatan, 279 rumah peribadatan dan 383 fasilitas pendidikan. Di samping itu terdapat banyak infrastruktur yang rusak akibat banjir seperti jalan, jembatan, saluran listrik, saluran irigasi, dan sebagainya.

Selama ini telah banyak kerugian yang ditimbulkan bencana terutama bagi kaum miskin yang merupakan kelompok yang paling rentan dalam masyarakat. Bencana menghancurkan harta benda dan mata pencaharian penduduk miskin sehingga memperburuk kehidupan mereka. Gempa bumi dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara pada Desember 2004, gempa bumi di Jogjakarta dan Jawa Tengah pada 2006, dan Sumatera Barat 2009 merupakan contoh memilukan dari kerentanan terhadap bencana dan bagaimana bencana telah menghilangkan nyawa dan kehidupan masyarakat hanya dalam hitungan jam.

Indonesia merupakan salah satu bagian ‘Cicin Api’ (‘Ring of Fire’) di Asia dan Pasifik, di mana terdapat ratusan gunung api aktif. Letusan Gunung merapi di Jogjakarta dan Jawa Tengah beberapa tahun yang lalu, letusan Gunung Sinabung di Sumatera Utara yang masih berlangsung sampai saat ini, letusan gunung di Sulawesi Utara, Halmahera dan Nusa Tenggara Barat telah menimbulkan banyak kerugian dan korban manusia.

Sebagai wilayah pegunungan dan hujan tropis banyak terjadi tanah longsor di Indonesia. Tanah longsor juga bencana alam yang selalu menimbulkan korban meningggal dan kerugian harta yang sangat banyak. Sementara itu wabah penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD) dan HIV/AIDS adalah bencana yang selalu menimbulkan korban manusia dan kerugian ekonomi yang besar. Flu burung yang masih menghantam Indonesia sangat merugikan secara ekonomi.

Sebagai daerah khatulistiwa, hujan lebat selalu turun pada bulan-bulan tertentu. Hujan ini menimbulkan banjir di sungat-sungai besar di Indonesia. Banyak korban manusia, harta benda dan sosial ekonomi lainnya yang diderita penduduk akibat banjir. Angin puting beliung dan badai dahsyat terus menerus melanda Indonesia sehingga menimbulkan banyak korban manusia dan harta benda. Sementara itu kebakaran hutan/lahan yang terjadi di berbagai daerah Indonesia telah merugikan secara ekonomi, kesehatan serta fauna dan flora.

Dalam upaya PRB setiap orang perlu belajar bencana, khususnya tentang pengertian, penyebab, cara perusakan, kerugian, korban dan kerusakan akibat bencana, gejala dan tanda bencana, tindakan yang harus dilakukan sebelum, pada saat dan sesudah terjadinya bencana, rencana untuk menghadapi bencana, kegiatan yang berkaitan dengan siap siaga dan tanggap darurat bencana serta rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. Pada bagian selanjutnya dalam belajar bencana untuk mengurangi risiko bencana, hal-hal tersebut di atas disajikan untuk 14 jenis bencana di Indonesia.

 

Silakan kirim komentar Anda ke:

bambanghsamekto@gmail.com

Komentar tidak akan dipublikasikan.